Al-Quran Mendahului Sains Part 1; Bulan

Salah satu benda langit yang sering kita lihat adalah bulan. Kita telah tahu bersama bahwa bulan merupakan satelit alami bumi. Bulan juga merupakan salah satu satelit terbesar di tata surya dengan  diameter 27%, kepadatan 60%, dan massa ​181 (1.23%) dari Bumi.

Asal Mula Bulan 

Para ilmuwan telah mengemukakan beberapa teori mengenai asal usul pembentukan bulan. Salah satu teori yang paling terkenal adalah hipotesis tubrukan besar. Sekitar 4,5 miliar tahun lalu, objek yang disebut theia yang memiliki ukurang seperti planet mars menubruk bumi. Hasil tubrukan ini berupa puing-puing yang nantinya akan terbentuk mejadi bulan.

hipotesis tubrukan besar al-quran
ilustrasi hipotesis tubrukan besar

Beberapa bukti yang mendukung teori ini adalah Putaran Bumi dan orbit Bulan memiliki orientasi yang sama. Batuan Bulan menunjukkan bahwa permukaan bulan pernah berbentuk cair, Bulan memiliki inti besi yang relatif kecil, kepadatan yang lebih rendah dibandingkan dengan Bumi.

Kemudian penelitian terbaru yang diterbitkan dalam jurnal Science menunjukkan bahwa, ketika Theia bertabrakan dengan Bumi, Theia bercampur sepenuhnya dengan Bumi dan bulan, dan merata di antara mereka.  Akhirnya, rasio isotop stabil yang identik antara batu Bulan dan batu Bumi, yang menyiratkan asal mula yang sama.

Bulan adalah benda langit yang paling terang setelah Matahari. Pertanyaan nya sekarang mengapa bulan bersinar?

Cahaya bulan

Pada dasarnya bulan tidak bersinar sendiri, melainkan bulan memantulkan sinar matahari sesuai orbitnya; namun tidak semua permukaan bulan memantulkan cahaya matahari dikarenakan hanya setengah saja bagian bulan yang menghadap matahari.

Bulan memiliki permukaan yang bergelombang dan berwarna abu-abu seperti warna aspal jalanan. Hal ini yang menyebabkan bulan dapat memantulkan cahaya, walaupun cahaya yang dipantulkan hanya 12 persen dari seluruh cahaya yang diterimanya.

Semua benda langit memiliki albedo, dimana albedo adalah ukuran reflektifitas sebuah permukaan. Untuk benda yang berwarna hitam sempurna memiliki albedo = 0, dan untuk benda yang mimiliki reflektifitas sempurna memiliki albedo = 1. Bulan sendiri memiliki albedo yang sangat rendah dikarenakan material pada permukaan bulan kebanyakan dari batu vulkanik gelap.

permukaan bulan
permukaan bulan

Bulan terlihat sangat terang dikarenakan jaraknya yang begitu dekat. Alasan lainnya adalah Ketika matahari bersinar langsung ke arah bulan, pantulan cahaya akan diperkuat dengan sejumlah debu dipermukaan sehingga akan tampak lebih terang. Ini seperti ketika cahaya lampu motor/mobil menyinari jalanan gelap, akan tampak terang dibanding ketika tidak adanya cahaya yang mengenainya. Kasus yang sama terjadi di permukaan bulan.

Bulan dalam Al-Quran

Dari uraian di atas telah kita ketahui bahwa bulan tidaklah menciptakan cahayanya sendiri atau bersinar sendiri melainkan memantulkan cahaya dari matahari. Namun fakta ini telah dikemukakan dalam Al-Quran ribuan tahun yang lalu sebelum teknologi, dan ilmu sains berkembang pesat.

Dijelaskan dalam Al-Quran:

تَبَارَكَ الَّذِي جَعَلَ فِي السَّمَاءِ بُرُوجًا وَجَعَلَ فِيهَا سِرَاجًا وَقَمَرًا مُنِيرًا

“Maha Suci Allah yang menjadikan di langit gugusan bintang dan menjadikan padanya siraaj dan bulan yang muniir” (surah Al- Furqon; ayat 61)

وَجَعَلْنَا سِرَاجًا وَهَّاجًا

“dan kami jadikan siraajan wahhaaja (yaitu matahari)” (Surah An-Naba’; ayat 13)

وَجَعَلَ الْقَمَرَ فِيهِنَّ نُورًا وَجَعَلَ الشَّمْسَ سِرَاجًا

“Dan Ia menjadikan padanya bulan sebagai nuur serta menjadikan matahari sebagai siraaj (yang terang benderang)” (Surah Nuh; ayat 16)

Di dalam Hans Wehr: A Dictionary Of Modern Written Arabic bahwa :

Siraaj = diartikan sebagai lamp, light yang bermaksud pelita, lampu.

Wahaaja = burn, blaze, flame yang bermaksud membakar, menyala, berapi,

Justru matahari sebagai siraaj dan siraajan wahaaja mengeluarkan cahaya sendiri melalui proses tertentu yang berlaku didalamnya.

Nuur = diartikan sebagai brightness, gleam, glow, yang bermaksud bercahaya, menyilau.

Muniir = diartikan sebagai luminous, radiant, shining, yang bermaksud bercahaya, menyilau.

Justru bulan sebagai Nuur dan Muniir tidak mengeluarkan cahaya sendiri, sebaliknya ia memantulkan cahaya matahari yang menimpanya.

Ayat-ayat diatas menjelaskan mengenai perbedaan antara matahari dan bulan. Mengikuti Al-Quran, matahari membakar dan dengan itu mengeluarkan cahaya sedangkan bulan hanya bersinar dengan menerima dan memantulkan cahaya. Seperti lampu dan cermin, lampu mengeluarkan cahaya sedangkan cermin hanya memantulkan.

“Maha Benar Allah atas segala firmannya”

sumber pustaka

  • Teori pembentukan bulan (nationalgeographic.grid.id)
  • http://www.martinrecords.com/pengetahuan/kenapa-bulan-bisa-bersinar-berikut-penjelasannya/

semoga artikel ini bermanfaat dan menambah wawasan kita semua. sampai jumpa di artikel-artikel berikutnya, jangan lupa share

Mahasiswa Fisika UNM Makassar.

1 Comment

Leave a Reply

%d bloggers like this: