Lampu Kendaraan Dan Fisika

Dari waktu ke waktu, setiap hasil ciptaan maupun karya manusia selalu dituntut untuk menghasilkan hal yang baru dan lebih meningkat dari karya sebelumnya mulai dari segi kemudahaan, manfaat, hingga keamanan yang ditimbulkan ketika kita menggunakannya. Seperti dalam penciptaan motor, mobil dan kendaraan lainnya yang dapat memberi kemudahaan, manfaat bagi manusia, dan juga memberi keamanan bagi pengendara serta pengendara lain. Sebagai contoh adalah pada lampu kendaraan, yang memiliki fungsi yang sama pada lampu di rumah, bisa dibayangkan tanpa adanya benda ini bagaiamana para pengemudi akan berkendara pada malam hari. Tetapi dibalik ciptaan yang sudah dapat dikatakan sempurna ini, masih ada saja orang-orang yang nekat memodifikasi, mengubah sedemikian rupa walaupun sebenarnya terlihat keren, tetapi dapat berdampak pada kemanannya sendiri dan juga bagi keamanan pengendara lain.

Modifikasi ekstrem, termasuk pada lampu, mungkin tak jadi masalah jika kendaraan tersebut hanya digunakan sebagai alat pamer atau perlombaan. Namun jika untuk dipergunakan sehari-hari, ada peraturan lalu lintas yang mesti diperhatikan.

Misalnya, lampu yang terlalu terang, terlalu redup, atau memancarkan sinar dengan warna berbeda dari standar, berpeluang mengganggu atau membingungkan pengendara lain. Potensi terjadinya kecelakaan pun menjadi besar.

Pada dasarnya warna standar atau warna resmi untuk lampu setiap kendaraan adalah kuning atau oranye, bukan warna lain seperti ungu, hijau, biru ataupun warna lain, dan ini sudah diatur dalam peraturan bernama Vienna Convention on Road Traffic. Peraturan ini merupakan perjanjian internasional yang mengatur keselamatan lalu lintas dan berkendara di jalan raya.

Pertanyaannya sekarang adalah mengapa dalam perjanjian ini warna yang digunakan adalah kuning atau orange? Tetapi sebelum itu, mari kita memahami terlebih dahulu tentang gelombang elektromagnetik

Gelombang elektromagnetik

Gelombang elektromagnetik merupakan gelombang dengan sebaran frekuensi yang paling luas. Frekuensi gelombang elektromagnetik tersebar mulai dari 102 Hz sampai di atas 1023 Hz. Hubungan antara laju, frekuensi, dan panjang gelombang diberikan oleh

c = λ f

dengan λ panjang gelombang dan f frekuensi.

lampu kendaraan

Jangkauan frekuensi gelombang elektromagnetik yang sangat lebar tersebut dikelompokkan atas sejumlah spectrum yang memiliki bidang aplikasi berbeda-beda. Gambar di atas adalah pembagian kelompok gelombang elektromagnetik yang disepakati saat ini.

Gelombang elektromagnetik adalah gelombang yang memiliki muatan energi listrik dan magnet tanpa memerlukan media rambat. Kita dapat menemukan banyak penggunaan gelombang elektromagnetik dalam kehidupan sehari-hari, contohnya adalah teknologi rontgen, microwave, dan sinyal yang diterima smartphone. Berdasarkan panjang atau frekuensinya, gelombang elektromagnetik dapat diklasifikasikan menjadi spektrum gelombang elektromagnetik.

Spektrum gelombang elektromagnetik adalah spektrum kontinu di mana masing-masing jenis gelombang elektromagnetik yang berbeda didefinisikan dalam rentang panjang gelombang tertentu. Spektrum gelombang elektromagnetik terdiri dari gelombang radio, gelombang mikro, sinar inframerah, cahaya tampak, sinar ultraviolet, sinar-X, dan sinar Gamma.

Cahaya Tampak

Cahaya tampak adalah gelombang elektromagnetik yang sangat membantu manusia atau hewan untuk melihat benda-benda di sekelilingnya. Sel-sel dalam retina sangat sensitive pada cahaya tampak. Hanya bayangan benda yang dihasilkan oleh cahaya tampak yang dapat dideteksi retina. Cahaya tampak dapat dihasilkan oleh benda yang suhunya cukup tinggi, seperti matahari, api, atau filamen dalam lampu. Cahaya tampak juga dihasilkan akibat transisi electron dalam atom dari keadaan dengan energi tinggi ke keadaan dengan energi rendah.

Cahaya tampak merupakan daerah spektrum elektromagnetik yang dapat dideteksi langsung oleh mata. Cahaya tampak yang disebut juga sebagai cahaya putih tersusun dari tujuh warna yang berbeda. Ketujuh warna itu bisa kita lihat pada pelangi ketika cahaya matahari dibiaskan oleh rintik air. Dalam spektrum cahaya tampak, cahaya merah memiliki panjang gelombang terbesar, sementara ungu memiliki panjang gelombang terpendek.

Cahaya tampak atau visible light, terdiri dari berbagai warna dengan panjang gelombang dan frekuensi yang berbeda-beda seperti pada gambar berikut.

lampu kendaraan

Energi yang dihasilkan dari cahaya tampak ini juga berbeda-beda, jumlah energi berbanding lurus dengan frekuensi elektromagnetik foton dengan demikian secara ekuivalen berbanding terbalik dengan panjang gelombang, sesuai dengan persamaan

E = hf   atau   E = hc/λ

Dengan h = konstanta planck (6,62 . 10-34 Js)

Pemanfaatan Pada Kendaraan

Pada lampu kendaraan warna kuning atau orange digunakan sebagai warna standar dikarenakan energi yang dihasilkan lebih kecil dibanding warna-warna lainnya, sehingga efek yang diberikan ke mata manusia akan lebih kecil. Dibanding dengan warna ungu yang memiliki energi yang paling besar, efek yang diberikan ke mata juga akan lebih besar.

Selain itu warna kuning atau orange lebih terang atau intensitasnya lebih tinggi dibanding dengan warna ungu atau pun warna lainnya yang memiliki intensitas yang kecil, atau dalam kata lain redup, sehingga pengemudi ketika berkendara di malam hari, tidak akan cepat lelah, terutama pada bagian mata.

Oleh karena itu, sudah sepatutnya kita mematuhi aturan dalam berkendara, dan perlu dipahami bahwa setiap barang ciptaan manusia, sebelum gunakan oleh masyarakat umum, terlebih dahulu sudah melalui uji standarisasi dan kelayakan, contoh kecilnya adalah motor, mobil dan kendaraan lainnya. Jangan hanya karena ingin terlihat menarik, kita melupakan keselamatan diri sendiri, terlebih keselamatan orang lain disekitar kita.

Sumber Pustaka

Mikrajuddin Abdullah. 2016. Fisika Dasar 1. ITB

semoga artikel ini bermanfaat dan menambah wawasan kita semua. sampai jumpa di artikel-artikel berikutnya

Mahasiswa Fisika UNM Makassar.

Leave a Reply

%d bloggers like this: